Fenomena 1

24 06 2010

Banyak dari kita yang seharusnya memfokuskan perhatian diri terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan orang banyak. Bahasa gaulnya “ummat”. Apalagi yang notabene sebagai orang menyeru dan mengajak kepada baikkan (baca: da’i). Tapi fenomena yang terlihat dan banyak terjadi saat ini adalah banyaknya da’i yag fokus perhatian mereka terpecah pada masalah-masalah individu dan pribadi. Mungkin masalah yang dihadapi setiap individu itu adalah hal yang penting, tapi yang penting saat ini bukan berarti mendesak dan harus disegerakan.

Sebagai contoh, adanya aktifis dakwah kampus yang lebih sering berkumpul membahas hal-hal seputar ta’aruf, walimah, dan kondisi berumah tangga. Padahal secara jelas mereka saat ini belum mampu untuk merealisasikan hal tersebut dan hanya menjadi bahasan. Saat inipun kondisi yang dituntut kepadanya adalah adanya tanggung jawab mereka kepada orang tua mereka untuk menyelesaikan studinya. Dan mungkin klo mereka memiliki amanah-amanah di lembaga yang ada, pastilah merekapun dituntut untuk dapat menjalankan amanah-amanahnya dengan baik, bukannya membiarkan semuanya berantakan hingga menimbulkan masalah lainnya.

Apalagi klo kita melihat aktifis2 dakwah sekolah sekarang. Sebut saja mereka anak2 SMA. secara jelas pastilah kesiapan mereka tidak lebih baik dibanding kakak2nya di dakwah kampus. Dan juga mereka harus mengutamakan amanah2nya kepada orang tua mereka serta menjalankan amanah2 yang ada di sekolah. Tapi yang terlihat saat ini adalah begitu sensitifnya mereka dengan hal2 yang terkait dengan manikah (walimah). Sedikit disinggung masalah proposal langsung terlintas dan celetukkan mereka yang keluar adalah hal2 yang kearah sana (walimah).
Entah apa penyebabnya mengapa demikian. (::Tapi itu bukan yang menjadi bahasan saat ini)

Yang menjadi masalah saat ini karena tidak fokusnya perhatian da’i-da’i tersebut kepada masalah jamaah dan cenderung melupakan kewajiban-kewajiban yang ada di pundaknya.

Banyak terlihat disekitar kita da’i-da’i yang lebih fokus dan serius membahas hal2 yang berkaitan dengan lawan jenis dan indahnya kehidupan-kehidupan berumah tangga. Namun pada kenyataannya hal tersebut hanya menjadi bahasan-bahasan yang sulit direalisasikan karena memang mereka yang membahas tidak cukup serius untuk meningkatkan tahapan bahasan itu kearah dan wilayah amal. Walhasil hal tersebut belum dapat direalisasaikan dan amanah-amanah, tanggung jawab, dan masalah-masalah jamaah tidak mendapatkan hal yang semestinya.

Tidak ada yang sia-sia memang membicarakan hal yang baik, namun bagi seorang da’i dan penyeru kebaikan bukan itu yang seharusnya menjadi fokus mereka, tetapi bagaimana seharusnya setiap hal yang dilakukan menjadi bermanfaat, efektif dan berkualitas. Karenanya mulailah prioritaskan apa-apa yang menjadi tanggung jawab dan beban yang ada di pundak untuk diberikan haknya dan diselesaikan. Dan untuk sesuatu yang pasti akan datang dipersiapkanlah dengan sebaik-baiknya tanpa melupakan hal yang menjadi prioritas saat ini.

Yusuf Qordowi mengatakan dalam bukunya “Fiqih Prioritas” dalam salah satu kaidah tentang dakwah: hendaklah kita “Mengetahui kadar kondisi darurat dari sebuah amal/masalah.”
Dengan demikian hal-hal yang sifatnya penting dan mendesak (darurat) harus segera didahulukan dibandingkan dengan hal yang penting namun tidak mendesak. Sekarang tinggal kita yang mempertimbangkan mana yang lebih harus disegerakan untuk dijalankan dan mana yang mungkin bisa nanti dikerjakan. Apakah kita lebih memilih menjalankan amanah-amanah dan tanggungjawb kita yang mempunyai pengaruh kepada kondisi diri pribadi, orang tua, jamaah dan ummat, ataukah kita hanya sekedar fokus membahas hal-hal yang penting tadi namun blm bisa direalisasikan..?

Wallahua’lam.

_Sudut HO ADM, 24 Jun’10_
_cu_


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: