Ibadah Memancarkan Binar Iman dan Kemuliaan, Dosa Memudarkan Cahayanya

11 01 2011

oleh: Ust. Ismeidas Makfiansah

Diantara yg sering manusia lupakan adalah bahwa amal kita akan membekas pada diri kita, kebaikan akan berbalik kepada kita, dan keburukan akan membekas pula pada hati dan rupa manusia.

”Pada hari yang diwaktu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram.” (Ali Imran: 106)

ingatkah kita akan ayat ini

“maka barangsiapa yang melakukan kebaikan sebesar biji sawi niscaya dia akan melihat (balasan)nya …

dan barangsiapa yang melakukan kejahatan sebesar biji sawi pun niscaya dia akan melihat (balasan)nya…”. (Q.S. 99:7-8).

 

Dosa akan memudarkan cahaya keimanan kita…

“Wahai kaum Muslimin! Takutlah kamu akan akibat berbuat zina, sebab disitu ada enam perkara. Yang tiga (diberikan) di dunia, dan yang tiga (lagi diberikan) di akhirat. Adapun yang tiga di dunia itu ialah hilangnya sinar wajah, pendek (berkurang) umurnya, dan terus menerus dalam kefakiran. Sedang tiga perkara di akhirat itu ialah mendapat kemurkaan Allah, siksaan yang pedih, dan azab neraka”. (HR. Baihaqi)

 

dalam surat almuthofifin ayat 14… Allah mengingatkan pula

“sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”

dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan bahwa dosa akan bisa menutup hati manusia dari keimanannya..

Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tid…ak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR At-Tirmidzi)

 

“Dan pada hari Kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap ALlah, mukanya menjadi hitam.” (Az-Zumar:60)

 

 

Ibadah dan kebaikan akan berbekas pada wajah dan kepribadian pelakunya

“pada wajah mereka tampak tanda2 dari bekas sujud.” (Al-Fath:29)

 Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangkan rizki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” 

 ternyata ibadah dan kebaikan kita akan memancarkan cahayanya…

bukankah rasulullah bersabda

“siapa yg memperbanyak sholat dimalam hari maka akan bercahaya wajahnya disaat siang”

 

Umar Ra berkata:

“Barang siapa memperbaiki bathinnya maka Allah niscaya Allah akan memperbaiki lahiriyahnya”

 

HR Ahmad:

seandainya salah seorang diantara kalian beramal dalam batu yg tertutup rapat, tdk berpintu dan tidak pula berlubang niscaya amal itu akan keluar untuk ummat manusia siapapun dia”

itulah yg membuat kaum mukminin dimasa lalu begitu luar biasa…

 

Karena ibadah dan amal kebaikannya berbekas dalam izzahnya

berkata imam malik:

telah di beritahukan kepadaku bahwa orang-orang nashrani melihat shahabat dalam pembebasan syam/syria maka mereka berkata

“Demi  Allah mereka lebih baik dari kaum hawariyyun, sebagaimana berita yg telah sampai kpd kami”

 

Kebaikan akan membawa pelakunya pada jalan Allah… dan kebersamaan Allah

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami. benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” Q.S. Al-‘Ankabut:69.

 

Rasulullah SAW bersabda:

“Senantiasa hamba-Ku melakukan nafilah (ibadah sunnah) semata-semata untuk-Ku sehingga Aku mencintainya. Dan bila Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengaran (telinga) yang ia pakai mendengar; penglihatan yang ia pakai melihat; dan tangan yang ia pakai memukul”.

 

Allah juga berfirman:

“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan banyak(pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.” (‘Abasa:38-42)

 

Perhatikan Firman ALlah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan anda-tandanya.” (Muhammad:30)

 

Sahabat… mari kita “berkaca” apakah ada cahaya iman memancar dari wajah kita…

ataukah cahaya pudar karena tertutup oleh banyaknya dosa..

 

  • tafsir ibnu katsir surat alfath
  • tafsir ibnu katsir surat al muthofifin
  • Syarah Arba’in Nawawi

Aksi

Information

One response

11 01 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: