Keluarga Sakinah (Mencari Jejak ke Syurga)

4 03 2013

Sakinah Alchaerie

Sakinah sering dimaknai dgn tenang, tentram, penuh kedamaian.
Dan dalam terminologi arab, rumah kadang disebut dgn “maskan” atau tempat tenang, tempat yg menentramkan, untuk itu Rumah harusnya jd tempat yg melahirkan ketenangan, kesejukan, seperti syurga yg indah bagi penghuninya.

Jadi kalau keluarga ribut melulu, bikin stress, bermasalah terus, maka dia kehilangan kesakinahannya, rumah yg kadang dingin ber AC tp panas kayak neraka, yg kadang istrinya cantik jelita tp berasa drakula, ini rumah yg kehilangan visi sakinahnya.

Menikah bukan cuma agar punya temen bobo dan temen bercanda, bukan sekedar biar halal colek-colekan, atau ada yg ngojekin kalo pulang ngantor, ada yg nemenin kalo kondangan, ada yg masakin kalo laper, ada yg betulin genteng kalo bocor.
Pertanyaan pertama yg harus  disepakati jawabannya ketika pasangan ingin punya keluarga sakinah adalah, “kenapa sih kita menikah, ni keluarga mau dibawa kemana?”

Jawaban sederhananya agar kita bs bahagia bersama didunia dan disyurga. Jadi saat menikah kita bermula, dan disyurga kita berujung.

Jadi awalnya sakinah dan endingnya syurga.

Dan seorang muslim harusnya mengerti betul bahwa itu semua baru terwujud kalau Ridho Allah menaungi kita.
Maka essensi kebahagiaan keluarga terletak pada mencari ridho Allah, disini kita belajar makna keikhlasan, arti ketulusan.
Dari situlah semua makna keberkahan dan kebahagiaan berawal, adanya keikhlasan, ketulusan untuk saling membahagiakan, agar Allah ridho pada kita.

“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman.

Jadi ketika keluarga kita romantis dan bahagia, tp jauh dari Allah, sadarilah bahwa kita tertipu. Karena rumah itu gak sedang menuju syurga.
Dan ketika rumah indah itu membentur gelombang, tertimpa konflik, dan perlahan karam, maka kita akan bingung kemana mesti bersandar.
Begitu pula ketika finansial keluarga positif, income nambah, tabungan makin banyak tp ga makin rajin ibadah, ga makin rajin sedekah, silaturahmi, maka sadari berarti kita mulai salah arah, alias ga berkah.

“Dan Allah menjadikan teladan bagi orang orang yg beriman, perempuan Fir’aun,ketika ia berdo’a: Tuhanku,bangunkan bagiku rumah di Syurga” (attahrim)

Ketika kita memahami bahwa bahwa keluarga sakinah itu endingnya Surga, maka tugas kita tuk ikhtiar, melakukan best effort, best action agar keluarga bisa melangkah ke syurga, dinaungi ridho Allah.
Kalau mau pergi jalan2 kekebon binatang, ngeliat monkey aja kita semangat banget ngajak keluarga, kita rencanain dulu berame-rame. apa lagi mau jalan2 keluar negri, semangat banget dah, persiapannya pun super mateng, pake nabung segala lagi, dari tiket ampe model baju kita siapin. Nah ini kita mau ngajak keluarga ke syurga, harusnya lebih semangat lg, direncanain, disiapkan, invest buat bikin rumah disyurga, disiapin programnya agar keluarga berhak jadi pewaris syurga.

Rumah tangga yg sakinah dibangun diatas fondasi kekuatan cinta, cinta pd Allah dan Rosulnya, jg cinta  tulus pd  keluarga, untuk itu kita harus menyadari bahwa cinta itu bukan sekedar kata, ia butuh pengorbanan sbg bukti ketulusan, hingga cinta itu bs menentramkan dan menguatkan kita.
Maka hal yg selanjutnya harus kita kerjakan untuk keluarga yg kita cintai adalah:

Nyatakan cinta dengan Segala Cara.
Saatnya kita berikan terbaik tuk hal2 terbaik yg kita miliki, kita berikan yg terbaik agar Allah memberikan ending yg terbaik. Komunikasikan cinta itu agar jd energi yg memotivasi keluarga tuk terus tangguh bertahan bsama dlm keimanan apapun halangannya dan seberat apapun badai yg menerpa.
“Yang terbaik diantara kalian adalah yg terbaik pd keluarganya, dan aku yg terbaik kpd keluargaku, tidaklah orang memuliakan wanita (istrinya) kecuali ia org yg mulia, dan tidaklah orang menghinakan wanita kecuali ia terlaknat”
“Dan yg terbaik diantara kalian adalah yg paling baik pada wanitanya (istrinya)”

Jadi berikan sinyal bahwa cinta itu ada.
Rosul mcontohkan kepada kita bagaimana memberikan jejak-jejak cinta dlm keluarga.

Sampaikan dengan kata.

Agar kata itu menyejukkan jiwa. Rosul seringkali memanggil istri dengan panggilan kesayangan “yaa aisy” ataupun “yaa humairo” bahkan panggilan pujian “yaa muwafaqoh”.

Rosul menjaga lisannya agar tak menyisakan luka, Rosul tdk pernah berkata keras dan kasar, Ia tdk pernah marah2 pd istrinya. Saat Rosul tdk suka sesuatu, istrinya tau lewat diamnya sang baginda.

Sampaikan Lewat Do’a

Doakan agar keluarga jd yg terindah buat kita. Doakan pasangan kita agar Allah menjaga mereka. Doakan sepenuh hati, saat mereka suka dan saat mereka luka, bukankah para nabi pun mendoakan keluarganya.
“Wahai Robb kami jadikan istri2 kami, dan anak2 keturunan kami indah pada pandangan kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang2 yg bertaqwa” _cu_ [bersambung]

*Tausiyah Ust. Ismeidas Makfiansyah


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: